![]() |
| Battle Royale menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah ide permainan dapat berkembang jauh melampaui bentuk awalnya. |
Battle Royale merupakan salah satu format permainan yang mengalami perkembangan sangat cepat dalam sejarah video game modern.
Baca juga: Mengenal Genre-Genre Video Game: Ragam Gaya Bermain dalam Dunia Hiburan Digital
Konsep dasarnya sederhana: banyak pemain ditempatkan dalam satu arena, kemudian mereka harus bertahan hidup, mencari perlengkapan, menghadapi pemain lain, dan berusaha menjadi pemain atau tim terakhir yang bertahan.
Meskipun format tersebut sekarang sangat mudah dikenali melalui game seperti PUBG, Fortnite, Apex Legends, dan berbagai judul lainnya, Battle Royale tidak muncul begitu saja sebagai genre yang sudah matang.
Perjalanannya berkaitan dengan perkembangan mod komunitas, game survival, simulator militer, budaya internet, serta eksperimen terhadap konsep last man standing.
Artikel ini membahas bagaimana konsep tersebut berkembang dari eksperimen komunitas hingga menjadi salah satu format permainan yang memiliki pengaruh besar terhadap industri game modern.
Apa Itu Battle Royale?
Battle Royale adalah format permainan kompetitif yang mempertemukan banyak pemain dalam satu arena dengan tujuan utama bertahan hingga menjadi pemain atau tim terakhir yang tersisa.
Dalam banyak game Battle Royale, pemain memulai permainan dengan perlengkapan yang terbatas atau bahkan tanpa perlengkapan utama.
Mereka kemudian harus menjelajahi arena untuk menemukan senjata, perlengkapan, dan sumber daya yang dapat membantu bertahan hidup.
Beberapa elemen yang sering ditemukan dalam Battle Royale antara lain:
- arena yang luas;
- banyak pemain dalam satu pertandingan;
- sistem loot;
- eliminasi pemain;
- area permainan yang semakin menyempit;
- pertempuran antarpemain;
- dan kondisi kemenangan berdasarkan pemain atau tim yang bertahan paling akhir.
Namun, tidak semua game Battle Royale menggunakan formula yang persis sama.
Ada game yang berfokus pada realisme, ada yang lebih menekankan kemampuan karakter, dan ada pula yang menggabungkan Battle Royale dengan elemen party game atau genre lainnya.
Inspirasi Awal Battle Royale: Dari Film ke Video Game
Istilah Battle Royale memiliki hubungan erat dengan film Jepang Battle Royale yang dirilis pada tahun 2000.
Film tersebut menggambarkan sekelompok siswa yang dipaksa bertarung di sebuah pulau hingga hanya satu orang yang tersisa.
Konsep tersebut memperkenalkan situasi kompetitif dengan beberapa peserta yang harus saling mengalahkan sambil berusaha bertahan hidup.
Konsep last man standing sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam permainan. Namun, film Battle Royale memberikan bentuk dan istilah yang kemudian sangat berpengaruh terhadap perkembangan konsep tersebut dalam budaya populer.
Dari sinilah muncul gambaran yang kemudian sangat familiar dalam game Battle Royale:
banyak peserta → satu arena → sumber daya terbatas → eliminasi → satu pemenang.
Namun, perjalanan konsep tersebut dari film ke video game masih membutuhkan perkembangan teknologi dan kreativitas komunitas game.
Awal Mula: Mod Komunitas dan ARMA
Salah satu bagian paling penting dalam sejarah Battle Royale adalah peran modding.
Mod merupakan modifikasi yang dibuat untuk mengubah atau menambahkan pengalaman pada sebuah game.
Dalam sejarah Battle Royale, komunitas modding memiliki peran penting karena konsep permainan dapat diuji tanpa harus membuat game baru dari awal.
ARMA 2 dan DayZ
Perkembangan penting terjadi di lingkungan ARMA 2, sebuah game simulator militer yang dikenal memiliki sistem permainan yang cukup kompleks.
Salah satu mod terkenal untuk ARMA 2 adalah DayZ, yang awalnya merupakan mod survival bertema zombie.
DayZ menghadirkan dunia terbuka dengan unsur eksplorasi, survival, sumber daya, dan interaksi antarpemain.
Lingkungan seperti ini menjadi tempat yang menarik untuk bereksperimen dengan konsep permainan bertahan hidup melawan pemain lain.
Pada tahap berikutnya, Brendan Greene, yang kemudian dikenal dengan nama PLAYERUNKNOWN. Mengembangkan konsep Battle Royale sebagai mod yang terinspirasi oleh film Battle Royale.
Mod tersebut menggunakan beberapa mekanisme yang kemudian menjadi identitas Battle Royale modern, seperti:
- pemain memulai dari udara;
- mencari perlengkapan di arena;
- menghadapi pemain lain;
- area aman yang semakin mengecil;
- dan eliminasi sampai tersisa pemenang.
ARMA 3 dan PLAYERUNKNOWN's Battle Royale
Setelah eksperimen pada ARMA 2, Brendan Greene melanjutkan pengembangan konsep tersebut melalui ARMA 3.
Di sinilah konsep Battle Royale semakin diperkenalkan sebagai pengalaman kompetitif yang berdiri lebih jelas dari sekadar survival biasa.
Format tersebut memberikan fokus yang lebih kuat terhadap:
- eliminasi;
- positioning;
- pengambilan keputusan;
- pengelolaan perlengkapan;
- dan kemampuan bertahan hingga akhir.
Perkembangan melalui mod menjadi bagian penting karena menunjukkan bagaimana sebuah ide permainan dapat berkembang dari eksperimen komunitas menjadi konsep yang kemudian diadopsi oleh industri game.
Inilah salah satu karakteristik menarik dalam sejarah Battle Royale: genre ini tidak pertama kali muncul sebagai produk besar dari perusahaan game, melainkan berkembang melalui eksperimen komunitas.
PUBG Mengubah Battle Royale Menjadi Arus Utama
PUBG: PlayerUnknown's Battlegrounds
Titik balik terbesar terjadi pada 2017 ketika PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, atau PUBG, hadir sebagai game mandiri.
Brendan Greene bekerja sama dengan studio Korea yang pada saat itu dikenal sebagai Bluehole untuk mengembangkan game tersebut.
PUBG membawa banyak elemen yang sebelumnya telah diuji melalui mod ke dalam produk komersial yang lebih terstruktur.
Game ini kemudian menjadi salah satu faktor utama yang membuat Battle Royale dikenal oleh audiens yang jauh lebih luas.
Beberapa karakteristik awal PUBG, antara lain:
- sekitar 100 pemain dalam pertandingan;
- pemain turun dari pesawat;
- mencari loot;
- pertarungan dengan pendekatan yang relatif realistis;
- dan zona aman yang terus menyusut.
Mengapa PUBG Penting?
PUBG menunjukkan bahwa konsep Battle Royale dapat menjadi inti sebuah game komersial, bukan sekadar mode tambahan atau mod komunitas.
Format tersebut juga menghasilkan siklus permainan yang mudah dipahami:
- Pemain masuk ke arena.
- Pemain mencari perlengkapan.
- Pemain menentukan posisi.
- Pemain menghadapi lawan.
- Area permainan semakin kecil.
- Pemain yang tersisa bertarung di area yang semakin terbatas.
- Satu pemain atau tim menjadi pemenang.
Struktur tersebut sederhana untuk dipahami, tetapi menghasilkan situasi yang berbeda pada setiap pertandingan.
Fortnite Battle Royale Membawa Formula Baru
Pada 2017, Fortnite Battle Royale ikut mengubah arah perkembangan genre.
Fortnite pada awalnya dikembangkan sebagai game dengan pendekatan PvE survival dan sistem pembangunan.
Setelah melihat perkembangan Battle Royale, Epic Games kemudian menghadirkan mode Fortnite Battle Royale secara gratis.
Pendekatan tersebut membuat Battle Royale dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Fortnite juga memiliki karakteristik yang membedakannya dari pendekatan realistis PUBG, terutama melalui:
- gaya visual yang lebih kartun;
- sistem pembangunan;
- model permainan gratis;
- pembaruan konten;
- serta event dalam game.
Yang penting dari Fortnite bukan hanya keberhasilannya sebagai game Battle Royale, tetapi bagaimana game tersebut memperlihatkan bahwa format Battle Royale dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih luas daripada sekadar simulasi pertempuran untuk bertahan hidup.
Apex Legends dan Evolusi Battle Royale
Pada 2019, Apex Legends memperkenalkan pendekatan berbeda terhadap Battle Royale.
Game yang dikembangkan Respawn Entertainment tersebut menggabungkan format Battle Royale dengan karakter-karakter yang memiliki kemampuan unik.
Pendekatan tersebut membuat pemain tidak hanya mempertimbangkan senjata dan posisi, tetapi juga kemampuan masing-masing karakter serta komposisi tim.
Beberapa diantaranya:
- tim berisi tiga pemain;
- sistem ping untuk berkomunikasi;
- kemampuan menghidupkan kembali anggota tim;
- dan gameplay yang cepat.
Apex Legends menunjukkan bahwa Battle Royale tidak harus memiliki satu bentuk tetap.
Genre ini dapat mengambil sistem dari genre lain dan menggunakannya untuk menghasilkan pengalaman yang berbeda.
Battle Royale Masuk ke Platform Mobile
Perkembangan berikutnya terjadi ketika Battle Royale berkembang ke perangkat mobile.
Salah satu judul yang sangat penting adalah PUBG Mobile, yang membawa pengalaman Battle Royale ke smartphone.
Selain itu, Free Fire menawarkan pendekatan Battle Royale yang dirancang agar dapat berjalan pada berbagai perangkat mobile dengan kebutuhan perangkat keras yang relatif lebih ringan.
Call of Duty: Mobile juga memasukkan mode Battle Royale ke dalam pengalaman franchise FPS tersebut.
Perpindahan ke mobile sangat penting karena mengubah akses terhadap genre.
Battle Royale tidak lagi hanya bergantung pada pemain PC dan konsol. Smartphone membuat format tersebut dapat dimainkan oleh audiens yang jauh lebih luas.
Mengapa Battle Royale Cocok untuk Mobile?
Ada beberapa karakteristik Battle Royale yang mendukung perkembangannya di mobile.
Pertandingan Berbasis Sesi
Satu pertandingan memiliki awal dan akhir yang jelas.
Hal tersebut berbeda dari dunia online persisten yang dapat dimainkan tanpa batas waktu.
Sistem Permainan Mudah Dipahami
Tujuan dasarnya cukup sederhana:
bertahan hidup dan menjadi yang terakhir.
Pemain tetap membutuhkan strategi dan kemampuan untuk menang, tetapi konsep dasarnya dapat dipahami dengan cepat.
Multiplayer
Battle Royale juga secara alami cocok dengan perangkat yang terhubung internet karena pengalaman utamanya memang melibatkan banyak pemain.
Variasi dan Subgenre Battle Royale
Seiring berkembangnya genre, pengembang mulai menggabungkan Battle Royale dengan berbagai mekanik lain.
Battle Royale dengan Unsur RPG
Beberapa game menggabungkan konsep Battle Royale dengan karakter yang memiliki kemampuan khusus atau sistem permainan yang lebih dekat dengan RPG.
Pendekatan seperti ini membuat kemampuan karakter menjadi bagian penting dari strategi.
Baca juga: Genre RPG: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Perkembangannya
Battle Royale dengan Unsur Tactical dan Survival
Ada pula game yang menggabungkan elemen survival, loot, dan ketegangan dengan pendekatan yang lebih berat.
Namun, tidak semua game yang menggunakan sistem loot dan extraction dapat secara otomatis disebut Battle Royale.
Baca juga: Genre Horror & Survival: Pengertian, Ciri, Subgenre, dan Perkembangannya
Ini menunjukkan bahwa genre modern sering memiliki batas yang fleksibel dan dapat saling memengaruhi.
Battle Royale dan Party Game
Battle Royale juga dapat digunakan dalam permainan yang lebih ringan dan kasual.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa konsep Battle Royale sebenarnya dapat digunakan tanpa harus selalu menghadirkan senjata api atau suasana perang.
Elemen yang Membuat Battle Royale Menarik
Mengapa format Battle Royale dapat menghasilkan pertandingan yang berbeda-beda?
Loot dan Ketidakpastian
Pemain biasanya tidak mengetahui secara pasti perlengkapan apa yang akan mereka dapatkan.
Hal tersebut membuat setiap pertandingan memiliki kondisi awal yang berbeda.
Pemain harus menyesuaikan strategi berdasarkan perlengkapan yang tersedia.
Zona yang Menyempit
Salah satu mekanisme paling penting adalah area permainan yang semakin mengecil.
Tanpa mekanisme tersebut, pemain dapat terus bersembunyi di wilayah yang luas.
Zona yang menyempit memaksa pemain bergerak dan pada akhirnya memperbesar kemungkinan terjadinya pertempuran.
Risiko dan Keputusan
Battle Royale memberikan banyak keputusan kecil kepada pemain.
Misalnya:
- apakah harus menyerang lawan;
- apakah sebaiknya menghindari pertempuran;
- kapan harus berpindah lokasi;
- perlengkapan mana yang perlu diambil;
- dan kapan harus mengambil risiko.
Dengan demikian, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menembak.
Battle Royale Solo, Duo, dan Squad
Format Battle Royale juga berkembang dari permainan individu menjadi permainan berbasis tim.
Solo
Setiap pemain bermain sendiri.
Keberhasilan sangat bergantung pada keputusan dan kemampuan individu.
Duo
Pemain bekerja sama dengan satu anggota tim.
Komunikasi dan pembagian peran menjadi lebih penting.
Squad
Beberapa pemain bekerja sama sebagai satu tim.
Dalam format ini, koordinasi, posisi, komunikasi, dan kemampuan membantu anggota tim menjadi bagian penting dari strategi.
Perbedaan tersebut membuat satu game Battle Royale dapat memberikan pengalaman yang cukup berbeda tergantung mode yang dipilih.
Battle Royale dan Esports
Perkembangan Battle Royale kemudian masuk ke ranah esports.
Pada awalnya, format Battle Royale menghadirkan beberapa tantangan untuk kompetisi profesional.
Pertandingan melibatkan banyak pemain dan memiliki unsur ketidakpastian yang cukup tinggi. Durasi pertandingan juga dapat berbeda-beda.
Namun, format turnamen kemudian berkembang untuk menyesuaikan karakteristik tersebut.
Beberapa kompetisi antara lain:
- PUBG Global Championship;
- Fortnite World Cup;
- Apex Legends Global Series;
- Free Fire World Series.
Esports membuat Battle Royale tidak hanya menjadi permainan kasual, tetapi juga menjadi bagian dari kompetisi terorganisir.
Peran Streaming dan Komunitas dalam Perkembangan Battle Royale
Battle Royale juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan platform video dan streaming.
Pertandingan Battle Royale mudah ditonton karena terdapat ketegangan yang berlangsung sampai akhir.
Penonton dapat mengikuti:
- siapa yang mendapatkan loot terbaik;
- siapa yang berhasil bertahan;
- bagaimana tim mengambil keputusan;
- dan siapa yang akhirnya menjadi pemenang.
Selain pertandingan profesional, streamer dan pembuat konten juga membantu memperkenalkan game Battle Royale kepada audiens baru.
Dengan demikian, perkembangan Battle Royale tidak hanya dipengaruhi oleh gameplay, tetapi juga oleh ekosistem komunitas di sekitarnya.
Dampak Battle Royale terhadap Industri Game
Keberhasilan Battle Royale membawa beberapa perubahan terhadap cara game multiplayer dikembangkan.
Live Service
Game Battle Royale sering menggunakan model pengembangan berkelanjutan.
Konten dapat diperbarui secara berkala melalui:
- season;
- item kosmetik;
- event;
- perubahan map;
- mode permainan;
- dan berbagai pembaruan lainnya.
Model tersebut membuat game tidak berhenti berkembang setelah dirilis.
Cross-Platform
Battle Royale juga ikut mendorong pentingnya pengalaman bermain lintas platform.
Pemain dapat berasal dari PC, konsol, atau perangkat mobile tergantung dukungan masing-masing game.
Kolaborasi dan Event
Game Battle Royale modern juga dapat menjadi tempat berbagai event dan kolaborasi.
Hal tersebut memperluas fungsi game dari sekadar pertandingan menjadi ruang untuk berbagai aktivitas digital.
Apakah Battle Royale Masih Bisa Berkembang?
Battle Royale tidak harus terus menggunakan formula yang sama.
Perkembangan genre menunjukkan bahwa pengembang dapat mengubah beberapa elemen dasar untuk menciptakan pengalaman baru.
Misalnya:
- jumlah pemain;
- ukuran arena;
- sistem respawn;
- sistem karakter;
- jenis loot;
- kemampuan khusus;
- bentuk zona;
- tujuan pertandingan;
- hingga cara pemain memperoleh kemenangan.
Selama inti kompetisinya masih memberikan pengalaman bertahan dan menghadapi pemain lain, format tersebut masih dapat dikembangkan dalam berbagai arah.
Dari Mod Komunitas Menjadi Fenomena Global
Sejarah Battle Royale merupakan contoh menarik mengenai bagaimana sebuah konsep game dapat berkembang melalui komunitas.
Awalnya, gagasan tersebut mendapatkan bentuk melalui pengaruh budaya populer dan eksperimen modding.
Kemudian konsep tersebut berkembang melalui ARMA 2 dan DayZ, dilanjutkan oleh mod PLAYERUNKNOWN's Battle Royale, lalu menjadi game mandiri melalui PUBG.
Setelah itu, Fortnite membawa pendekatan yang berbeda, sedangkan Apex Legends menambahkan karakter dengan kemampuan khusus.
Perkembangan ke mobile melalui PUBG Mobile, Free Fire, dan Call of Duty: Mobile kemudian memperluas jangkauan genre tersebut.
Dengan demikian, sejarah Battle Royale bukan sekadar cerita mengenai satu game yang menjadi populer.
Ini adalah cerita tentang bagaimana ide sederhana dapat berkembang melalui komunitas, teknologi, eksperimen desain, dan perubahan cara pemain menikmati game.
Baca juga: Sejarah Game MOBA: Dari Modifikasi ke E-Sports Global
Masa Depan Genre Battle Royale
Masa depan Battle Royale kemungkinan akan tetap berkaitan dengan eksperimen terhadap format multiplayer.
Pengembang dapat menggabungkan Battle Royale dengan:
- RPG;
- survival;
- action;
- tactical gameplay;
- party game;
- atau bentuk multiplayer lainnya.
Tidak semua eksperimen akan berhasil, tetapi sejarah genre ini menunjukkan bahwa perubahan justru menjadi bagian penting dari perkembangannya.
Battle Royale juga dapat terus berubah mengikuti perangkat yang digunakan pemain, sistem online, desain dunia, dan cara komunitas berinteraksi dengan game.
Yang menarik adalah bahwa konsep dasarnya tetap sederhana:
masuk ke arena, bertahan hidup, beradaptasi, dan berusaha menjadi yang terakhir.
Justru dari kesederhanaan tersebut muncul banyak kemungkinan desain.
Kesimpulan
Sejarah game Battle Royale berawal dari pertemuan antara konsep last man standing, pengaruh budaya populer, dan kreativitas komunitas modding.
Film Battle Royale memberikan pengaruh besar terhadap istilah dan konsep yang kemudian dikenal luas. Eksperimen di lingkungan ARMA dan DayZ membantu membuka jalan bagi modifikasi yang dikembangkan Brendan Greene.
Kemudian PUBG pada 2017 menjadi salah satu titik penting yang membawa format Battle Royale ke arus utama. Fortnite Battle Royale memperluas konsep tersebut melalui pendekatan visual, pembangunan, model gratis, dan pembaruan konten, sementara Apex Legends memperkenalkan pendekatan berbasis karakter dan kemampuan khusus.
Setelah berkembang ke mobile, esports, streaming, dan berbagai bentuk hybrid, Battle Royale tidak lagi memiliki satu bentuk yang kaku.
Perjalanan tersebut memperlihatkan satu hal penting dalam sejarah video game: genre dapat berkembang bukan hanya dari inovasi perusahaan besar, tetapi juga dari eksperimen komunitas dan modding.
Dari sebuah mod sederhana hingga menjadi format multiplayer yang dikenal luas, Battle Royale menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah ide permainan dapat berkembang jauh melampaui bentuk awalnya.

Komentar
0Posting Komentar